Home

Monday, July 6, 2009

Kemajuan TI dan Komunikasi Membawa Dunia Menjadi Satu Dalam Dimensi








Yogyakarta - Dalam Era kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini yang ditandai dengan kemajauan tekhnologi informasi dan komunikasi telah membawa dunia menjadi satu dimensi yang terasa lebih sempit. Kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan suatu bangsa pada saat ini sangat tergantung bukan semata pada penguasaan sumber daya alam seperti di masa lampau, namun sangat tergantung pada kehandalan kita dalam pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang menyatu dalam sumberdaya manusia.

Demikian disampaikan Kepala Badan Informasi Daerah Propinsi DIY Dr.Ir. Achmad Djunaedi, MUP pada Sarasehan dan Diskusi dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke 12 Tahun 2007 hari ini (Selasa,21/8) di Aula BID Provinsi DIY, Jln.Brigjen Katamso,Yogyakarta.

Adapun tujuan diselenggarakannya Sarasehan dan Diskusi yang mengambil tema " Tekhnologi Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam Untuk Kesejahteraan Masyarakat" ini adalah untuk menyerap aspirasi sebagai bahan pengambilan kebijakan dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan tekonologi, menggali potensi sumberdaya alam setempat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat serta sebagai wahana mensosialisasikan beberapa tekhnologi sederhana hingga tekhnologi modern agar masyarakat dapat memanfaatkannya untuk menggali potensi sumberdaya alam yang ada disekitarnya.


Menyikapi hal itu upaya-upaya strategis perlu dilakukan untuk menjadikan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu peran pemerintah daerah menjadi sangat strategis dan dibutuhkan dalam upaya membudayakan dan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan kreatifitas dan inovasi iptek pada berbagai tingkatan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada.


Bahkan pemanfaatan teknologi mulai dari teknologi yang sederhana hingga teknologi modern perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat itu sendiri memahami, memiliki wawasan pemikiran yang lebih luas sehingga berbagai potensi sumber daya alam yang ada dapat dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kesejahteraannya.


Nara sumber yang dihadirkan dalam Sarasehan dan Diskusi yang diselenggarakan Badan Informasi Daerah Provinsi DIY tersebut adalah Dr.Agus Maryono, Dosen Fakultas Tekhnik UGM dengan topik "Teknologi Memanen dan Memanfaatkan Air Hujan" . Dalam makalahnya, Agus Maryono mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan akan air di masa mendatang, memanen hujan mendesak untuk dilakukan karena metode memanen hujan dapat dilakukan oleh setiap individu. Sehingga dengan memanen hujan dapat digunakan sebagai pola penyelesaian masalah sumberdaya air serta menjadi metode untuk menanggulangi banjir dan kekeringan.

Sementara Drs. Sudiartono, Kepala Pusat Penelitian Energi dan Dosen FMIPA UGM dengan topik "Kincir angin Alternative Pembangkit Tenaga Listrik, Solusi Atasi Krisis Energi", mengatakan mengingat wilayah Indonesia yang terletak di daerah tropis dengan kecepatan angin yang relatif kecil, maka potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga angin hanya dengan skala kecil, sesuai kondisi wilayah ini yang terdiri dari kepulauan.

Sedangkan Ir. Agus Nugroho Ketua Jurusan Agronomi Pertanian Fakultas Pertanian UMY membawakan makalah dengan topik "Pengembangan Teknologi Budidaya Padi/System Tanam Padi Terpadu (SIPADSU)".

Sarasehan dan diskusi yang dimoderatori Kepala Bidang Layanan Teknologi Informasi Badan Informasi Daerah Provinsi DIY J. Surat Djumadal ini diikuti sebanyak 75 orang yang terdiri dari utusan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, Peneliti, Bapeda Provinsi DIY, BID Prov.DIY , BPTP DIY, KADIN DIY, BKPP DIY, BPTTG DIY, KSDA DIY, BPSA Wilayah Sungai Progo, Opak, Oyo DIY, KTNA, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan FK.Metra DIY.